Minggu, 08 Maret 2015

CERPENKU :: "Kenangan yang Tak Terlupakan"




Kenangan yang Tak Terlupakan

Jogja, Juni 2014

Kuhirup napasku dalam-dalam lalu kuhembuskan seraya menikmati suasana pagi yang sejuk. Burung- burung berkicau sambil berselimut kabut pagi, hari ini aku akan meninggalkan kota jogja tercinta ini untuk p
erjalanan Study Tourku nanti di Jakarta-Bandung selama 3 hari 2 malam.

“Dek,udah disiapin semua belum? Yang perlu dibawa dicatat di kertas” tanya ibuku seraya membuat teh, “udah dicatet kok mah, tinggal melengkapi yang belom aja” jawabku meninggalkan dapur menuju ke kamar dengan segelas air putih di tanganku. Kulihat koperku yang masih terisi beberapa pakaian saja, memang belum semua yang aku siapkan, dan hari ini aku sengaja tidak masuk sekolah untuk mempersiapkan barang-barang yang akan kubawa nanti. Tiba-tiba androidku bergetar, dan ku lihat nama Elvin tertampang jelas di aplikasi Whatsappku, kubuka kiriman Voice  Note darinya “ Dindaaa,kamu udah siap? Aku bingung ni, kamu bawa apa?” senyuman melingkar di bibirku,mengingat memang dia  adalah miss rempong yang selalu membuatku tertawa, “ehm..belum semua aku siapin sih, aku juga lumayan bingung je, bawa seperlunya aja”  jawabku seraya melihat isi koperku. Kulemparkan androidku ke kasur lalu segera kumenuju lemari pakaian yang ada di sudut kamarku, kutatap pakaian-pakaian yang menumpuk rapi horizontal di lemariku, kumainkan bibirku sambil melihat-lihat bajuku berharap menemukan yang cocok untuk dibawa nanti. Kukeluarkan beberapa baju yang menurutku menarik,kuletakkan di atas kasur,kupandangi mereka satu-persatu dengan teliti agar nanti tidak menyesal membawa baju yang terlalu aneh atau tidak sesuai, kupilih 2 rompi dan poncho coat abu-abuku, segera aku masukkan mereka ke dalam koperku, “ehmm..oke..pakaian udah lengkap tinggal kaos fighter,alat mandi udah, earphone and powerbank udah,P3K udah, cemilan udah,dompet udah, oke kayaknya udah semua deh” tuturku seraya menulis check di checklistku.
Tiba-tiba androidku bergetar lagi, kukira Elvin membalas Vnku, tapi ternyata bukan nama Elvin yang muncul, tapi nama Tasha, Tasha mengirimiku VN via Blackberry Messanger “Dinda,kamu udah siap belum? Kamu kopernya seberapa? Besar gak? Kirimin foto kopermu coba,oh ya! Aku gak jadi bawa boneka strawberry yang aku tunjukikin kemarin,aku jadinya bawa boneka kepala beruang.” Segera kubalas VNnya dan tiba-tiba ada 2 kiriman gambar dari Tasha,kiriman satu adalah gambar boneka kepala beruang warna cokelat susu yang lucu,sedangkan gambar yang lain menampilkan gambar sebuah koper yang bermotif acak tapi tetap elegan dan klasik. Akupun langsung mengambil gambar koper merahku dan mengirimkannya ke Tasha,lalu kubalas VNnya “tinggal melengkapi aja sih cha barang-barang yang lain, tadi gambar koperku udah aku kirim, gak besar-besar banget kan? Nanti makanannya simpen di tas gendong aja,aku tetep bawa Pillow Neckku itu, kamu udah siap belum?” kulepaskan jariku agar Voice Noteku terkirim ke Tasha, tiba-tiba nama Elvin muncul di Notificationku, dia kembali mengirim VN via Whatsapp “oke, eh ntar aku dikasih pockymu ya,haha,aku kemarin lupa mau beli pocky” segera kubalas VNnya dengan tawa lembut “hihi,iya cemong,ntar kamu minta aku kasih kok#peyukCiyum”. Tak lama kemudian Elvin membalas “makasi ya cumii,haha#peyukBalik”  balutan senyum dibibirku,kujatuhkan badanku dikasur,kutatap langit-langit kamarku,kubayangkan kegiatan-kiegiatan yang akan kulakukan disana, detik demi detik kubayangkan,kumainkan androidku hingga detik melahirkan waktu, cukup lama hingga waktu menunjukkan pukul  11.30, segera kumenuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, aku segera mengenakan pakaian pilihanku, baju merah yang dihiasi rompi merah dengan jilbab bermotif polkadot variasi warna abu-abu dan merah jambu menghiasi kepalaku. Kusiapkan semuanya,kupastikan itu semua ada di koperku,lalu aku segera ambil air wudhu lalu sholat dzuhur. Ba’da dzuhur,aku segera memindahkan koperku ke dalam bagasi mobil,aku meminta doa kepada orang tuaku agar nantinya semua berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan sedikitpun,lalu akupun segera berangkat menuju sekolahku dengan diantar ayahku menggunakan mobil.
Sesampainya di sekolah,kulihat ada 4 bus berjejer rapi kebelakang, banyak teman-temanku yang masih bersama dengan orang tuanya, kubuka bagasi mobil dan mengambil koperku, aku segera berjalan menuju gerbang sekolah dengan tas punggung yang kugendong,koper yang aku bawa di tangan kananku,dan Pillow Neck yang melingkar di leherku. Aku langsung menyapa teman-temanku yang lainnya, kuletakkan koper dan tas gendongku ditempat mereka meletakkan tas mereka, tak malu-malu sebelum berangkat,aku mengambil selca dengan teman-temanku yang juga tak kalah narsis denganku. Kamipun segera berkumpul di aula sekolah, kami mendengarkan intruksi dari bapak ibu guru,lalu Pak Mulyono(guru agama kami) memimpin doa. Ruang aula gelap , karena itu efek langit mendung, ”mungkin perjalananan nanti  akan dihiasi hujan” batinku seraya mengikatkan tanda pengenal berupa kain orange di leherku,kamipun langsung keluar dari aula untuk menuju ke bus, tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasai tanah, aroma hujan bercampur tanah tercium sangat jelas. Tanpa menunggu lama, teman-temanku berlari menuju bus tak peduli hujan membasahi mereka, akupun segera melepaskan rompi merahku sebagai penadah hujan untukku dan temanku Nabila,kamipun berlari berdua layaknya sepasang kekasih yang berlari di tengah hujan dengan payung daun pisang diatasnya #efek nonton drama korea#  ^^..
Kami segera memasukki bus, bus yang aku naikki adalah bus nomer 4, aku memilih tempat yang strategis,aku duduk bersama sahabatku Nabila Shafura. Aku segera duduk dan mengeluarkan earphoneku,segera ku mencari posisi yang nyaman untuk duduk sambil mendengarkan lagu di earphoneku, aku menutup mataku sambil menikmati alunan lagu ballad yang berjudul Boku Wa Kimi Ni Koi Wo Suru oleh Ken Hirai. Pemandu perjalanan mulai dengan panduannya,bus pun berjalan,ku alihkan pandanganku ke jendela yang sedang dialiri air hujan,cukup indah, pandanganku tertuju pada lambaian tangan ayahku dari mobilnya,ku balas lambaian itu dengan balutan senyum di bibirku,ku beri beliau ciuman dari jauh. Bus pun mulai dengan perjalanannya ke Jakarta.

Jakarta,Juni 2014
“Test..test.. yak semuanya kita sudah sampai di batavia dan sekarang kita menuju tempat penginapan,lets go gage” suara pemandu perjalanan membuat semua temanku yang tertidur menjadi terbangun.kamipun bersiap-siap. Tak lama kemudian,kami sampai di asrama haji,tempat penginapan kita malam ini,kami segera turun dan menuju kamar kami. Kami menyiapkan peralatan mandi karena setelah ini kami masih harus menuju Taman Mini Indonesia indah,itu jadwal kami hari ini selain mengunjungi lubang buaya.Setelah semua siap, kami semua menuju ruang makan dan makan bersama. Kami segera menuju bus. Sebelum memulai perjalanan untuk hari ini,aku dan teman-temanku kembali mengambil selca #narsis tingkat dewa#^^
Setelah itu kami langsung menuju ke Taman Mini Indonesia Indah. Di sana kami mengunjungi museum listrik, keong mas, dan melihat beberapa contoh rumah adat yang ada di Indonesia “Wih, kita bisa ngelilingi Indonesia Cuma sehari doang,keyen qaqa !” triak Nabila seraya memandangi luar jendela. Setelah dari TMII kami langsung mengunjungi Museum Lubang Buaya, disana kami mengenang tentang peristiwa G30S/PKI. Lalu kami kembali ke penginapan.

Acara kami free program pada malam itu, kami bebas melakukan kegiatan apapun selama itu tidak berbahaya dan bersifat negatif. Sebagian dari kami berkumpul di ruang tengah,dengan celana garis biru dan kaos abu-abu ditutup dengan poncho coat abu-abu,aku duduk di meja bersama teman-temanku. karena aku bosan,akupun ke kamar untuk mengambil cemilan, tapi saat aku menginjakkan langkah pertama di depan pintu kamar, aku melihat teman-teman se dormku mengumpul di sudut ruangan, seperti membicarakan sesuatu yang serius, rasa penasaranku membuat aku mendekati mereka, aku melihat mereka seperti ketakutan, dan aku bertanya “ngapain sih? Pada cerita apa? Serius banget” mereka tiba-tiba menatapku seraya mengacungkan jari telunjuknya di depan mulut mereka “sssttt jangan berisik ” rasa penasaranku memuncak, ada apa sebenarnya? Apa ada sesuatu yang menjanggal?, akhirnya pertanyaanku terjawab oleh mereka,mereka menceritakan kepadaku bahwa kami harus menghargai tempat ini,dan jangan terlalu heboh,karena kita adalah tamu, aku mengerti maksud mereka,  ini terkesan mengerikan, tapi itu memang benar bahwa kita harus menghargai semua tempat yang kita datangi dan jangan ceroboh. Banyak berita yang tersebar tentang tempat itu,”demi apa coba! Gue pengen pulang kalo gini caranya ” kata Hanum seraya menatap kami satu persatu, suasana malam itu menjadi tegang. Kami takut malam itu tidak bisa tidur dengan nyenyak, “panggil guru aja yuk” timpal, “mungkin akan lebih baik jika ada yang menemani kami malam itu. Kamipun langsung menuju asrama guru, kami memasuki ruangan pertama, ruangan yang cahayanya remang-remang menambah kesan  horor, “Pak Pri!, Bu Supri!” tetapi hanya suara hembusan angin yang menjawab, aku memiringkan wajahku sambil menggerutu kecil “kemana guru-guru?” batinku. Menyadari tak ada guru di ruangan itu, kami kembali ke kamar, tak disangka kami bertemu dengan Bu Supri, tak perlu basa basi,kami langsung menceritakan apa yang terjadi, awalnya beliau menolak untuk menemani kami,tapi karena jurus rayuan kami, kami bisa ditemani oleh guru. Kamipun kembali ke kamar, suasana hati kami masih belum tenang, kami berencana untuk tidur lebih awal agar besok bisa bangun lebih pagi, kami memasang alarm di masing-masing HP kami. Akhirnya kami tidur dengan beberapa kasur yang diletakkan dibawah.

Keesokkan harinya kami terbangun dengan sendirinya tanpa bantuan alarm, kami tidur nyenyak malam itu, pagi itu hati kami menjadi lebih tenang,kami menatap satu sama lain, betapa lucunya wajah kami saat bangun tidur. Untuk menghindari antrian kamar mandi, kamipun langsung mandi walaupun udara dingin menusuk permukaan kulit kami.

Semua berkumpul di ruang tengah untuk sarapan pagi. Setelah semua siap, kami melanjutkan perjalanan kami ke Bandung. Aku memakai celana pencil bermotif, dan kaos fighter berwarna biru dongker dengan jilbab bermotif polkadot warna pink menutupi rambutku. Pintu terbuka , seberkas sinar matahari yang sejuk keluar dari setiap celah jendela. Kamipun keluar menuju bus, dan pukul 10.00 bus berangkat menuju Bandung. Perjalanan yang kami lewati dihiasi pemandangan yang menakjubkan, di jalan tol, kami selalu bertemu dengan banyak pohon yang menyambut kami di kanan dan kiri jalan.

Bandung, Juni 2014
Hari itu di Bandung kami habiskan hari dengan mengunjungi Museum Asia Afrika, museum Geografi, dan yang terakhir di Cibaduyut yang merupakan ikon tempat pembelanjaan di Bandung. “Eh mamaku pesen peyeum nih, kalian mau coba beli peuyeum gak?” tanyaku seraya menunjukkan tempat yang menjual peuyeum di dekat tempat parkir,peyeum merupakan makanan yang populer di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur dengan proses pembuatannya melibatkan umbi singkong dan ragi tapai kemudian difermentasi,kemudian digantung tanpa mengalami kerusakan. “Oh iya mamaku juga pesen peuyeum, coba yuk kita ke sana” timpal temanku seraya menatapku. Setelah kami selesai dengan urusan belanja, kami langsung pulang ke Jogja.

Jogja, Juni 2014
Aku bangun di pagi hari, disambut embun mengalir di luar jendela, seakan ingin mengucapkan selamat pagi. Aku menyapa teman sampingku,Nabila” pagi Nabila” dia menjawab salamku dengan wajah yang kaku dan mata masih sayu”pagi Dinda". Bus kami berhenti di sebuah Masjid untuk menunaikan sholat subuh. Setelah selesai,kami melanjutkan perjalanan.
            Sampainya di Sekolah, kami turun satu persatu, meninggalkan jejak di bus, tak percaya jika 3 hari sudah berlalu, kenangan Jakarta-Bandung tidak akan pernah kami lupakan. Kami pulang ke rumah kami masing-masing dengan oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar